siranews.com - 23/04/2025, 12:00 WIB
Tim Redaksi
SIRANEWS.COM – BANDUNG
Dalam memperingati Hari Bumi, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat bersama Koalisi Gerakan Rakyat Selamatkan Bumi (Gerak Sa Bumi) menggelar aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Selasa (22/4/2025).
Mengusung tema ‘Selamatkan Rakyat dan Alam dari Kiamat Ekologis di Tatar Pasundan’, aksi ini menjadi bentuk peringatan atas memburuknya kondisi lingkungan hidup di Jawa Barat. Sekaligus seruan melawan krisis ekologis.
Dalam aksinya, ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menyuarakan tentang sejumlah masalah lingkungan yang setiap tahun terus terjadi, belum mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk menyelesaikannya.
Aksi ini membawa 17 tuntutan isu yakni tata ruang yang buruk, alih fungsi lahan KBU, audit lingkungan, rusaknya kawasan hutan akibat penambangan, deforestasi, DAS (daerah aliran sungai) dan mikro DAS kritis, TPA Sarimukti overload, terbitnya kerja sama dengan TNI oleh Pemprov.
Turunnya status cagar alam dan konservasi di bawah BKSDA, maraknya izin kegiatan di bawah TNGC, evaluasi seluruh KSO tambang, kerusakan wilayah pesisir, PSN pemicu konflik hingga sektor energi menambah pemanasan global, skema palsu co-firing membabat kawasan hutan, dan sejumlah isu lainnya.
“Kami ingin menyampaikan 17 tuntutan isu yang cukup serius terjadi di Jawa Barat yang harus dijalankan atau yang harus disikapi oleh Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur,” ucap Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Wahyudin Iwang.
Iwang juga menyindir Gubernur Dedi Mulyadi agar tidak sekadar membuat gimik dan pencitraan. Sebab menurutnya, dalam 100 hari pertama menjabat, banyak gebrakan yang dilakukan Dedi Mulyadi dan diharapkan dilakukan hingga akhir masa jabatannya.
“Ini menjadi satu momen teguran awal yang kami sampaikan kepada Dedi Mulyadi, jangan mengikuti gubernur-gubernur sebelumnya yang hanya pencitraan, yang hanya gimik dan (mencari) popularitas saja tanpa menyasar penyelesaian masalah yang selama ini diderita oleh rakyat Jawa Barat,” tandasnya. (dtc)