16219632750386916934

Dedi Mulyadi Mediasi Keluarga Pelaku Pengeroyokan dengan Keluarga Maling Ayam di Rumahnya

siranews.com - 05/04/2025, 10:26 WIB

https://siranews.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Logo-SN.webp

siranews

Tim Redaksi

16931589306954773823

SIRANEWS, SUBANG – Sejak menjabat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat gebrakan demi gebrakan yang menyenangkan hati masyarakat. Turun tangan membersihkan kali, menertibkan bangunan yang melanggar garis sepadan kali (GSK), menertibkan bangunan yang memicu banjir, dan sejumlah aksi lainnya yang juga dibagikan di media sosial.

Ia juga turun tangan menyelesaikan kasus penganiayaan yang menewaskan Taryana, warga Tanjungsiang, Kabupaten Subang, yang diduga mencuri ayam. Dedi mempertemukan keluarga almarhum dengan keluarga para pelaku penganiayaan di kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pertemuan bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan menghindari konflik berkepanjangan antara kedua belah pihak. “Ini saya sudah bertemu ya, keluarga korban penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan keluarga yang menganiayanya yang sekarang ditahan di Polres,” ujarnya dalam rekaman video, Sabtu (5/4/2025).

Menurut Dedi, insiden yang menyebabkan kematian Taryana terjadi karena emosi sesaat dari delapan pekerja peternakan ayam. Mereka tidak berniat membunuh, tetapi aksi massa yang spontan mengarah pada penganiayaan yang fatal. “Semua dilakukan karena emosi, karena kekhilafan, karena jumlah massa yang banyak. Pada akhirnya, satu orang meninggal karena melakukan pencurian,” jelasnya.

Kasus tersebut telah ditangani Polres Subang yang melakukan pemeriksaan terhadap 8 pelaku. Dedi berharap pertemuan antara keluarga korban dan pelaku bisa menjadi langkah awal penyelesaian konflik secara damai.
Ia mengapresiasi sikap keluarga korban dan pelaku yang saling memaafkan. Ia berharap pengampunan ini dapat meringankan hukuman bagi para pelaku. “Tapi mudah-mudahan upaya saling memaafkan ini semakin meringankan. Apa yang dijalani, karena pengakuannya ada yang memukul satu kali, ada yang memukul pertama. Ya nanti biarkan hukum yang membuktikan,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat ini juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan akibat kasus ini. Ia khawatir hilangnya kepala keluarga baik dari pihak korban maupun pelaku dapat menciptakan masalah ekonomi baru. “Jadi hari ini saya ingin menyelesaikan masalah ini, tidak boleh lahir lagi kriminalisasi baru karena kehilangan sumber penghidupan, tanggung jawab keluarganya, penanggung jawabnya hilang karena terkena tindak pidana,” tegasnya.

Meskipun kedua pihak telah saling memaafkan, Dedi menegaskan, proses hukum terhadap delapan pelaku tetap harus berjalan. “Semua keluarga ini sudah saling memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan. Mudah-mudahan Ibu, Ibu (Taryana) juga tidak boleh di hatinya ada kebencian, segala macam. Maafkan karena anak Ibu juga meninggal itu karena lagi nyuri,” pungkasnya. (kp/ss)

Dilihat : 141
Posted in

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

2454508517297539246

Berita Terpopuler

8757045993072833240

Now Trending

Pekerjaan Jaling Desa Kedung Waringin Dikerjakan Asal Jadi dan Amburadul, Inspektorat Harus Turun Untuk Lakukan Audit

SIRANEWS.COM — KABUPATEN BEKASI Pekerjaan Jaling Desa…

Hakim Gelengkan Kepala Lihat Setoran Miliaran ke Pejabat PUPR Sumut

SIRANEWS.COM — SUMUT Bendahara PT Dalihan Natolu…

Politikus Golkar Akui Sulit Dapat Duit Halal Sebagai Anggota DPR

SIRANEWS.COM — JAKARTA Wakil Ketua Komisi II…

LSM SIRA Akan Segera Laporkan Proyek Jalan Cibarusah Mekarmukti ke Aparat Penegak Hukum

SIRANEWS.COM, KAB BEKASI – PROYEK peningkatan Jalan …

KPK Diminta Serius Tuntaskan Kasus Penggelapan 200 Hektar Lahan TKD di Kabupaten Bekasi

SIRANEWS.COM –  KABUPATEN BEKASI Jaksa Agung Muda…

Mungkin Anda melewatkan ini

SIRANEWS.COM – JAKARTA Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai permintaan maaf PT…

SIRANEWS.COM – KEPRI Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) tengah…

SIRANEWS.COM — JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut terdapat perjanjian co-investment…

SIRANEWS.COM — JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap…